NIM:2014-022-002
Seminar
workshop BCA shova short movie awards
Dihari rabu pada tanggal 19 agustus 2015 saya mengikuti seminar BCA SHOVIA SHORT MOVIE AWARDS yang diadakan di UNIVERSITAS ATMA JAYA aula BKS pada jam 09.00-12.30 nama acara seminar tersebut adalah WORKSHOP BCA SHOVA SHORT MOVIE AWARDS dan penyelenggara acara ini adalah BCA dan Alinea majalah ILKOM .
Sebelum seminar dimulai ada kata sambutan dari mc yaitu dari kak Livia dan setelah itu dilanjutkan oleh kakak Andina Dian Dwi Fatma., S. I. Kom., M. Si yang termasuk dosen saya untuk teknologi komunikasi.kak andina menyampaikan agar kita dapat menanyakan hal-hal tentang film dan curi ilmu dari para narasumber yang ada agar bermanfaat dan menambah pengetahuan kami dan kak andina juga adalah pembimbing majalah alinea.Setelah kak andina menyampaikan kata sambutan lalu dilanjutkan oleh Pak Satria Kusuma Fajar Mahardika, , S.Sos., M.Si. perwakilan dari fakultas yang juga memberi sambutan pak Satria juga mengucapkan terima kasih kepada narasumber yang hadir pada workshop tersebut.sselesai memberi sambutan, Ibu Artikaningsih yang merupakan perwakilan dari BCA yang ternyata juga merupakan alumni fakultas Psikologi UNIKA ATMA JAYA juga memberikan sambutan.Dalam kata sambutannya, Ibu Artik sempat juga mengatakan bahwa saat bergabung sama BCA banyak pengalaman yang kita dapat apalagi saat kita terjun di BCA kita tidak mempunyai basic banking kita akan mendapatkan pelatihan dan akan diajari sampai kita mengerti banking sudah 10 tahun bu artik bergabung dengan BCA hingga sekarang.
Setelah kata sambutan, kita sempat menonton dua film pendek. Film yang pertama menceritakan seorang anak pedagang gorengan rajin menabung samapi akhirnya berhasil memberikan ibunya kain songket . Film yang kedua menurut saya sebenarnya tidak menegangkan dan mengerikan tapi teman-teman saya pada heboh hahaha..hanya membuat kaget saja. Film ini menceritakan kisah folklore Jagawana karya beberapa mahasiswa IKJ yang berhasil memenangkan banyak kompetisi dan mengharumkan nama bangsa Indonesia di mancanegara.
Narasumber pertama adalah Bapak Noorca M. Massardi beliau merupakan salah satu penulis Indonesia yang terkenal. Pak Noorca membahas tentang budaya.
Lalu menurut Harris Nizam dia menjelaskan bagaimana membuat film pendek dan ia berkata"menulis cerpen bukan bearti dapat menulis novel begitu juga sebaliknya"dan film pendek adalah50 menit ke bawah lalu Harris Nizam juga smemberikan tips inti cara membuat film pendek menurutnya:
1. CERITA harus MAMPU dan bertutur MENYENTUH PENONTON
2. PENOKOHAN harus kuat
3. PEMERAN harus baik
4. CREW harus lengkap
5. ENDING yang kalau bisa diawali dan diakhiri ditempat yang sama dan film pendek sebagai alternatif dari film produksi berdana besar menurut Harris Nizam berdana besar tidak juga sebab tergantung kebutuhan karena membuat film pendek tidak harus membutuhkan peralatan bagus yang penting alur cerita yang bagus saja film itu akan menjadi menarik.Kaitan film pendek dengan fenomena"prosumer"dalam kultur internet seperti youtube Menurutnya, youtube bisa menjadi mengekspresikan diri karena kata Haris Nizam "Sekarang ini, masyarakat semakin sadar bahwa dengan audiovisual sikankita dapat mengekspresikan apa yang kita rasa dan ini kita sharingkan di youtube dan sadar kalau film merupakan media propaganda yang paling ampuh dan viral karena mampu membrainwash masyarakat"..
Setelah acara berakhir, saya mengajak kedua narasumber untuk berfoto bersama. Bahkan, Pak Noorca sempat mengajak saya dan fany untuk selfie bersama hahah,sebernarnya saya merasa malu karena bisa foto sama penyair hebat.
![]() |
| selfie with pak Noorca dan fany |


Tidak ada komentar:
Posting Komentar